• 9 September 2026

Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Problem-Based Learning melalui Puzzle Rubik’s Cube Face Board di SMP Negeri 2 Bantul

Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Problem-Based Learning melalui Puzzle Rubik’s Cube Face Board di SMP Negeri 2 Bantul

Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Problem-Based Learning melalui Puzzle Rubik’s Cube Face Board di SMP Negeri 2 Bantul 1024 539 SMP Negeri 2 Bantul

Bantul, 27 Agustus 2026 – Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bantul pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase D kelas VIII dengan materi “Pedoman Negaraku” Bab II, yang membahas konstitusi serta sejarah, fungsi, dan kedudukan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kegiatan melibatkan 32 peserta didik yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri atas delapan peserta didik.

Kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) dengan metode observasi, diskusi kelompok, permainan puzzle, tanya jawab, dan refleksi. Media utama yang digunakan adalah PowerPoint, LKPD, dan Puzzle Rubik’s Cube Face Board. Pembelajaran diawali dengan salam, doa, apersepsi, motivasi, serta pertanyaan pemantik mengenai kondisi yang mungkin terjadi apabila sekolah tidak memiliki aturan. Selanjutnya, peserta didik diberikan permasalahan kontekstual mengenai pentingnya UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar negara.

Pada kegiatan inti, peserta didik bekerja secara berkelompok untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencari informasi mengenai konstitusi, sejarah perumusan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945, sifat, fungsi, kedudukan, serta pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Informasi yang diperoleh dari PPT dan buku kemudian digunakan untuk menyusun Puzzle Rubik’s Cube Face Board. Setiap sisi (face) puzzle mewakili submateri yang berbeda sehingga peserta didik dituntut untuk mencocokkan kartu informasi dan menemukan hubungan antarkonsep secara logis.

Kegiatan ini berkontribusi terutama terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, bermakna, dan mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penggunaan PBL dan permainan puzzle membuat peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam proses penyelidikan, pemecahan masalah, diskusi, dan penyajian hasil. Selain itu, kegiatan juga mendukung pengembangan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, tanggung jawab, dan pemecahan masalah.

Pelaksanaan kegiatan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan kontekstual bagi peserta didik. Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa UUD NRI Tahun 1945 bukan sekadar materi hafalan, melainkan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai tindak lanjut, pemahaman yang diperoleh peserta didik diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menaati aturan dan menghargai pendapat dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Leave a Reply

one + eighteen =