Bantul – Mahasiswa Praktik Kepndidikan (PK) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY menerapkan kegiatan pengamatan lingkungan sekolah dalam pembalajran menulis teks deskripsi di SMP Negeri 2 Bantul, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan tulisan berdasarkan objek yang mereka amati secara langsung, bukan sekadar berdasarkan contoh dari buku atau penjelasan guru.
Pengamatan lingkungan menjadi bagian dari proses pembelajaran menulis teks deskripsi yang dilaksanakan oleh mahasiswa PK. Siswa diarahkan untuk mengamati objek yang terdapat di lingkungan sekolah, mencatat karakteristiknya, kemudian menggunakan hasil pengamatan tersebut sebagai bahan untuk menyusun teks deskripsi. Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dituntut untuk menemukan objek, tetapi juga mengidentifikasi bagian-bagian yang dapat dijelaskan kepada pembaca. Bentuk, kondisi, warna, suasana, maupun ciri khusus objek menjadi informasi yang dapat digunakan dalam tulisan. Proses ini membantu siswa memahami bahwa teks deskripsi membutuhkan rincian yang membuat objek seolah-olah dapat dikenali atau dibayangkan oleh pembaca.
Mahasiswa PK mendampingi siswa selama proses pengamatan hingga penyusunan tulisan. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa mengembangkan hasil pengamatan menjadi informasi yang lebih terarah. Siswa juga diarahkan untuk memperhatikan ketepatan penggunaan kata dan penyusunan kalimat agar hasil tulisan tidak berhenti pada daftar ciri objek, tetapi membentuk teks deskripsi yang utuh. Penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar juga menghadirkan persoalan yang tidak selalu ditemukan ketika siswa hanya berhadapan dengan teks contoh. Siswa perlu menentukan informasi mana yang penting, memilih kata yang sesuai, serta mengubah hasil pengamatan menjadi tulisan. Dengan demikian, kegiatan pengamatan tidak hanya menjadi aktivitas di luar kelas, tetapi menjadi tahap awal dalam proses produksi teks.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Pembelajaran berkualitas menuntut pengalaman yang dapat mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan siswa. Melalui pengamatan langsung, siswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan memiliki kesempatan untuk menghubungkan materi Bahasa Indonesia dengan lingkungan terdekat.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis tidak harus bergantung pada objek yang tersedia dalam buku teks. Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang memungkinkan siswa memperoleh bahan tulisan secara langsung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menerapkan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia secara nyata sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas.
Leave a Reply