• 26 Juni 2026

SMP Negeri 2 Bantul Gelar Uji Publik dan Review Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027

SMP Negeri 2 Bantul Gelar Uji Publik dan Review Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027

SMP Negeri 2 Bantul Gelar Uji Publik dan Review Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 1024 461 SMP Negeri 2 Bantul

Bantul – SMP Negeri 2 Bantul menyelenggarakan kegiatan Uji Publik dan Review Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul, pengawas pembina, komite sekolah, perwakilan orang tua siswa, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan peserta didik. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperoleh masukan dalam penyempurnaan kurikulum yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun ke depan.

Kepala SMP Negeri 2 Bantul, Joko Sulistya, M.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. Ia menegaskan bahwa mulai tahun ajaran 2026/2027 sekolah mengusung tagline “Sekolahnya Para Juara” sebagai semangat untuk mendorong setiap peserta didik meraih prestasi sesuai potensi masing-masing.

Sebagai bentuk pengembangan layanan pendidikan, SMP Negeri 2 Bantul juga menambah tiga kegiatan ekstrakurikuler baru, yaitu Desain Grafis, Konten Kreator, dan Robotik. Selain itu, sekolah menargetkan peningkatan prestasi pada ajang OSN, O2SN, dan FLS3N melalui pendampingan oleh tenaga profesional. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan rencana kerja sama internasional dengan salah satu sekolah di Jepang yang akan dimulai pada 10 Juli 2026 dan difasilitasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dikpora Kabupaten Bantul, Himawan Sulistyo, M.Pd., menekankan bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan dokumen penting yang menjadi arah penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Menurutnya, kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik sekaligus menjadi acuan dalam penyelesaian berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran. Ia juga mengingatkan pentingnya adanya kesepakatan dengan orang tua peserta didik baru sebagai landasan yang kuat dalam pelaksanaan program sekolah.

Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan disampaikan oleh Dini Aryanti, S.Si. Ia menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, pengawas pembina, guru, komite sekolah, orang tua, hingga peserta didik. Kurikulum disusun berdasarkan karakteristik SMP Negeri 2 Bantul, memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, sarana dan prasarana sekolah, sumber pendanaan, serta mengacu pada regulasi terbaru. Kurikulum tersebut juga dirancang bersifat fleksibel dan dinamis sehingga terbuka terhadap berbagai masukan demi peningkatan mutu pendidikan.

Dalam sesi diskusi, berbagai masukan disampaikan oleh peserta. Ketua Komite Sekolah mengapresiasi penambahan kegiatan ekstrakurikuler yang dinilai relevan dengan perkembangan zaman, namun mengingatkan perlunya pembahasan mengenai pembiayaan serta dukungan dari orang tua siswa. Perwakilan orang tua juga menyampaikan agar informasi mengenai kemungkinan adanya biaya tambahan dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Sementara itu, perwakilan siswa mengusulkan agar kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Tonti) dapat dipertimbangkan sebagai salah satu ekstrakurikuler sekolah.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa mekanisme pembiayaan ekstrakurikuler, khususnya Robotik yang memerlukan biaya lebih besar, akan dibahas lebih lanjut bersama dewan guru dan komite sekolah. Usulan mengenai ekstrakurikuler Tonti juga akan dikaji berdasarkan kebutuhan dan kesiapan sekolah. Untuk program kerja sama internasional, sekolah memastikan pelaksanaannya dilakukan secara daring sehingga tidak memerlukan biaya yang besar.

Pembahasan juga mencakup evaluasi program makan sehat bersama yang selama ini telah dilaksanakan setiap hari Jumat. Sejumlah peserta mengusulkan agar program tersebut tetap dilanjutkan meskipun telah ada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan penyesuaian berupa membawa buah, sayur, atau jajanan tradisional secara berkala sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat di sekolah.

Pada akhir sesi, Pengawas Pembina, Basrodin, memberikan sejumlah rekomendasi untuk penyempurnaan dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan. Di antaranya adalah penyelarasan visi sekolah dengan visi Kabupaten Bantul, pembaruan landasan hukum, pelengkapan karakteristik sekolah berdasarkan rapor pendidikan terbaru, penyempurnaan pemetaan pembelajaran sesuai Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta pemetaan kebutuhan peserta didik sebelum membuka layanan ekstrakurikuler baru. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran yang lebih interaktif agar mampu meningkatkan keaktifan dan partisipasi peserta didik di kelas.

Melalui kegiatan Uji Publik dan Review Kurikulum Satuan Pendidikan ini, SMP Negeri 2 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menyusun kurikulum yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Berbagai masukan dari pemerintah daerah, pengawas, komite, orang tua, guru, dan peserta didik akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 ditetapkan dan diimplementasikan secara resmi.

Leave a Reply

seven − 4 =